1.000 Toilet Itu Berat, Kamu Nggak Akan Kuat, Biar Saweri Saja

1000 Toilet Itu Berat, Kamu Nggak Akan Kuat, Biar Saweri Saja

Banyak kisah yang menggambarkan betapa repotnya orang yang sedang berada di area umum dan tiba-tiba berhasrat untuk buang hajat, kecil maupun besar. Sebagian masih kuat menahannya hingga menemukan toilet umum yang dicari, tapi sebagian lain akan dilanda penderitaan.

Faktanya, selain jumlah toilet umum yang sangat terbatas, mereka masih harus berjuang dengan kemacetan jalan, panjangnya antrean, dan kerelaan menerima kondisi toilet yang acapkali kurang memadai, dari sisi kenyamanan maupun kesehatan. Bagi mereka saat itu, bisa jadi, toilet lebih berharga dari apa pun.

Lalu bak angin sejuk yang berhembus di siang hari nan terik, tiba-tiba muncullah gagasan untuk membangun banyak toilet di area umum. Ini dia solusi yang ditunggu-tunggu. Tidak tanggung-tanggung, 1.000 toilet umum akan tersedia di ratusan titik strategis di area keramaian Jakarta. Itu artinya, 1.000 hasrat BAK (urinating) dan BAB (defecating) di area umum akan bisa terpenuhi di waktu yang bersamaan. Tidak ada lagi antrean, tidak ada lagi penderitaan.

Gagasan 1.000 toilet ini muncul dari seorang anak muda di Jakarta. Anak muda bernama Saweri, yang peduli karena pernah merasakan sendiri betapa tidak enaknya menahan hasrat buang air saat berada di tempat umum, sementara toilet yang dibutuhkan tidak terlihat satu pun. Ya, terkadang hal-hal besar bisa lahir dari hal-hal kecil yang kita alami di kehidupan sehari-hari.

Tersedia & Terpelihara

Apakah gagasan menyediakan 1.000 toilet di area keramaian itu bisa dengan mudah diwujudkan? Apakah setelah begitu banyak toilet umum tersedia, lantas permasalahan sanitasi tuntas begitu saja?

Untuk bisa mewujudkan gagasan solutif ini, banyak hal yang harus Saweri persiapkan dan perjuangkan. Dana, mutlak diperlukan, namun bukan satu-satunya. Banyak hal lain yang dibutuhkan untuk membangun toilet, karena selain sebagai sarana BAK-BAB, toilet umum juga menyangkut aspek kesehatan, lingkungan, dan juga pemeliharaan.

Selain dana yang cukup, Saweri harus memikirkan desain toilet dengan matang sebelum membangunnya. Toilet umum akan digunakan oleh banyak orang berbeda secara berganti-gantian, sehingga sangat dianjurkan untuk mendesain toilet dengan seminim mungkin terjadi sentuhan tangan di dalamnya, misalnya penggunaan keran air otomatis. Hal ini untuk meminimalisasi dan mencegah kuman penyakit.

Setelah toilet umum berhasil didirikan dengan baik, hal penting yang perlu dipikirkan sesudahnya adalah informasi keberadaan. Masyarakat harus dapat mengetahui dengan mudah keberadaan toilet tersebut melalui adanya plang penanda atau petunjuk lokasinya.

Hal tak kalah penting yang harus diperhatikan agar toilet selalu nyaman digunakan dan bertahan lama adalah pemeliharaan. Toilet harus dirawat agar tetap bersih. Tersedianya banyak toilet umum di mana-mana akan percuma, jika kondisinya ternyata tidak terawat, bau, dan jorok. Ini justru akan mengganggu dan menurunkan keindahan lingkungan sekitar.

Memelihara adalah hal yang berat, karena butuh biaya terus-menerus. Ya, biaya untuk membayar petugas penjaga dan membeli peralatan kebersihannya. Inilah alasan mengapa sebagian besar toilet umum memasang tarif penggunaan. Fine, para pengguna toilet pasti tidak akan keberatan dikenai tarif, asal kondisi toilet terawat, dan bukan bertujuan komersil.

Memang, jika berkaca ke negara tetangga, mendapatkan fasilitas toilet umum yang bersih dan memadai adalah hak masyarakat yang diberikan oleh pemerintah daerah. Bahkan masyarakat tidak dipungut tarif sedikitpun. Yakinlah, kita juga bisa seperti itu. Bisa sekali.

Tidak berhenti sampai di situ, para milenial pasti sepakat bahwa kemajuan teknologi itu selalu berbanding lurus dengan kemudahan hidup. Jika saat ini Google Map hanya memudahkan kita mengetahui dengan cepat arah jalan, lokasi tujuan wisata, sekolah, lokasi pom bensin, ATM, dan masjid, melalui pencarian di handphone, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa menggandeng Google Indonesia untuk memetakan semua lokasi toilet umum Saweri ini.

Tidak muluk-muluk, kok. Baidu, perusahaan raksasa penyedia layanan web dan mesin pencari di China, berhasil mendata dan memetakan seluruh lokasi toilet umum di daratan China. Orang cukup cek di handphone untuk mengetahui dengan cepat keberadaan toilet saat rasa kebelet melanda, di manapun mereka berada.

So, sebagaimana Dilan yang siap menanggung beratnya rindu, Saweri pun siap menanggung beratnya kerinduan masyarakat Jakarta akan tersedianya fasilitas sanitasi, khususnya toilet umum yang memadai secara kuantitas dan kualitas.

Dimulai dari memiliki gagasan, memperjuangkan gagasan tersebut, merealisasikannya, dan menjaganya, bahkan akan terus berguna bagi masyarakat luas meski Saweri sudah purna tugas. Itu sangat lah tidak mudah. Itu berat. Jadi, kita serahkan saja urusan 1.000 toilet ini ke Saweri. Membangun dan memelihara 1.000 toilet itu berat, kamu nggak akan kuat, biar Saweri saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s