Terbiasa Kaya Sejak Muda

Saat membaca judul tulisan ini: “Terbiasa Kaya Sejak Muda”, apa yang terlintas di benak setiap orang bisa berbeda-beda. Pertama, ada yang menganggap kalimat ini adalah sebuah bentuk arogansi dan keangkuhan yang terucap dari seseorang, yang memang sudah terbiasa dengan kehidupan berkecukupan (baca: berlebihan) sejak usia muda.

Kedua, merupakan ungapan pengakuan dari orang lain kepada si orang berduit yang saya sebut di nomor satu itu. Ini yang menurut saya lebih banyak terjadi. Sementara yang ketiga, sebuah kalimat motivasi dan afirmasi positif yang ditumbuhkan untuk diri sendiri, berdasarkan kisah-kisah sukses dari mereka yang telah berhasil menikmati gelimang uang sejak belia.

Lalu jika ada yang keempat, ini mungkin hanya sebuah angan-angan muluk dan khayalan bagi mereka yang malas atau merasa tidak mungkin meraih kondisi itu. Please, abaikan saja yang ini, karena saya akan menggarisbawahi kalimat yang ketiga saja.

Sudah Kaya vs Menjadi Kaya

Yang perlu diperhatikan, terbiasa kaya sejak muda itu berbeda dengan kondisi kaya sejak lahir. It’s totally different, jika dilihat dari proses pembentukannya. Kaya sejak lahir, berarti seseorang yang dilahirkan oleh orangtua yang mempunyai banyak uang. Itu namanya rezeki anak sholeh. Si anak ini tinggal menikmati hasil kerja keras orangtuanya. Contoh paling gampang yang ada saat ini: Rafathar!

Tahu siapa Rafathar, kan? Coba search di Google kalau belum tahu. Saya nggak perlu, dong, menyebutkan siapa orangtuanya. Anak kecil ini memang sangat beruntung, bisa menjadi contoh untuk kondisi orang yang kaya sejak lahir.

It’s okay, lah, kita memang bukan Rafathar. Tapi jangan lupa untuk tetap bersyukur ya untuk kondisi Anda saat ini. Walau bukan Rafathar, kita bisa dan berkesempatan besar, kok, untuk meciptakan Rafathar-Rafathar lainnya, melalui kita. Artinya, kitalah si orangtua yang kaya itu. Orangtua kaya yang siap “memproduksi” anak-anak kita nantinya dan menjadikan mereka seberuntung Rafathar. Setuju?

Sementara kondisi kaya sejak muda, mengindikasikan bahwa si anak muda itulah yang mengupayakan agar kekayaan itu terjadi. Terlepas dari adanya bantuan dari sana-sini, termasuk dari orangtua, namun anak muda ini berperan dan terlibat secara langsung dalam proses menjadi kaya. Dengan adanya perbedaan di proses ini, maka cara menyikapi kekayaan dari orang yang kaya sejak lahir dengan orang yang berupaya dan berhasil menjadi kaya sejak muda jelas akan berbeda.

Tawaran & Tantangan

Silakan tambahkan kata tanya “Mau?” di belakang judul tulisan ini, sehingga lengkapnya menjadi: “Terbiasa Kaya Sejak Muda. Mau?” Itu artinya saya memberikan tawaran ke siapa yang mau untuk terbiasa kaya sejak muda.

Salah satu kunci menjadi kaya sejak muda adalah pandai memanfaatkan peluang yang ada. Saya selalu percaya bahwa kesempatan itu tidak datang dua kali. Jadi, pergunakan semaksimal mungkin saat si peluang itu datang mengetuk pintu rumah Anda. Sambut dia dengan penuh semangat dan harapan. Saat Anda buka pintu itu, Anda akan melihat saya berada di depan rumah.

Ya, saya tawarkan peluang emas kepada Anda, khususnya para milenial di Jakarta, dalam bentuk pelatihan-pelatihan menjadi wirausaha muda yang sukses. Saya bagikan langsung kepada Anda pengalaman-pengalaman berharga yang telah saya alami dalam mengantarkan saya menjadi pengusaha seperti sekarang ini. Saya ingin menularkan dan merangkul banyak anak muda seperti Anda agar terbiasa kaya sejak muda. Saya tantang Anda. Berani?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s