Fakta Menarik Teraso yang Jarang Orang Tau

lantai-teraso-2

Lantai merupakan salah satu unsur yang penting dalam desain interior. Perkembangan desain lantai pun semakin bervariatif sepanjang tahun. Teraso adalah salah satu jenis lantai yang merupakan inovasi dari jenis-jenis sebelumnya.

Teraso terbuat dari campuran semen, pecahan marmer dan pasir. Jenis lantai ini banyak digunakan untuk rumah pribadi, villa, hingga hotel. Warna dan motifnya yang menarik, daya tahan yang cukup kuat serta harga yang relatif terjangkau membuatnya diminati banyak orang.

Lantai teraso sendiri dapat dibedakan menjadi dua yaitu lantai berpermukaan halus dan kasar. Teraso berpermukaan kasar terbuat dari pecahan marmer kasar dan lebih sering digunakan di luar ruangan. Sementara teraso berpermukaan halus terbuat dari pecahan marmer halus sehingga terlihat lebih berkilau.

Sejarah Teraso

Kata teraso berasal dari bahasa Italia terrazzo yang berarti teras atau penutup lantai depan rumah. Lantai ini terbuat dari limbah tambang marmer yang diolah kembali sehingga menjadi alternatif sebagai lantai penutup. Di negara asalnya, teraso mulai diproduksi sejak tahun 1920.

Di Indonesia, masuknya teraso dipengaruhi oleh bangsa Belanda yang membawa teraso beserta teknik pembuatannya ke Indonesia dan membuka pabrik teraso pada tahun 1957. Produk ini mulai digemari pada tahun 1970-1980. Motif teraso juga terus bervariasi, mulai dari serpihan batu alam, serpihan kaca, hingga kepingan kerang laut.

Pada saat itu, teraso dianggap memiliki prestige yang tinggi karena masih banyak orang yang menggunakan ubin semen sehingga peminatnya pun berasal dari berbagai kalangan.

Kepopuleran teraso mulai menurun sejak lantai keramik masuk ke pasar Indonesia di tahun 1980-an. Masyakat lebih memilih keramik karena motifnya yang lebih beragam dengan harga yang lebih kompetitif.

Karakteristik Lantai Teraso

Karakteristik utama lantai teraso adalah motifnya yang menyerupai pecahan batuan. Ukuran, bentuk, serta warnanya yang tidak seragam membuat permukaan lantai terlihat unik. Material yang menggunakan bahan sisa juga membuatnya lebih ramah lingkungan.

Selain itu, lantai teraso juga dapat menyesuaikan suhu lantai sesuai dengan suhu ruangan. Misalnya, saat cuaca panas maka lantai akan memberikan kesan dingin, begitu juga sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh faktor porositas serta sifat menyerap cahaya pada lantai teraso.

Daya tahan lantai teraso juga dapat dikatakan baik. Material yang terdiri dari pecahan batu marmer, semen dan pasir membuat kekuatan lantai ini tidak perlu diragukan. Karena faktor ini pula, teraso banyak digunakan pada hotel, kantor, hingga pabrik.

Itulah beberapa fakta menarik mengenai lantai teraso. Bagaimana, tertarik menggunakan teraso untuk hunian Anda?

Artikel asli: Kemilau Marmer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s