Saweri: Ini Solusi Dari Masalah Jakarta Yang Tak Kunjung Usai

jakarta

Sebagai kota metropolitan, Jakarta dikenal memiliki segudang masalah yang begitu kompleks. Masalah klasik dari persoalan-persoalan yang telah mengakar dari waktu ke waktu kerap kali tak berujung usai. Ini bukan persoalan pihak pemerintah DKI Jakarta semata, namun diperlukan peranan aktif dari seluruh lapisan masyarakatnya untuk sadar sepenuhnya turut andil dalam menuntaskannya.

Menurut Yu Sing, arsitek dari Studio Akanoma yang juga seorang pengamat perkotaan berpendapat, permasalahan yang tengah dihadapi oleh Jakarta ibarat penyakit kronis manusia. Masalah ini muncul karena masyarakat tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Mereka hanya paham bahwa setiap kepala daerah memiliki janji kampanye yang harus direalisasikan selama mereka menjabat.

Sebut saja masalah kemacetan. Persoalan ini nampak seperti benang kusut yang susah diuraikan. Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai moda transportasi umum, namun kemacetan tetap terjadi dimana-mana. Hal ini terjadi akibat kurangnya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan sarana yang ada. Belum lagi masalah banjir yang selalu meresahkan ketika musim hujan datang. Di sinilah peran dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah membangun Jakarta agar lebih baik.

Selain macet dan banjir, berikut adalah beberapa masalah yang sering terjadi di Jakarta, diantaranya:

  1. Rendahnya tingkat keamanan.

Terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia serta minimnya akses informasi dan pelatihan kewirausahaan yang terprogram dengan baik, turut mendorong sebagian orang untuk memilih jalan pintas yang berpotensi kriminal.

  1. Sampah bertebaran.

Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya masih kurang. Tak heran, pemandangan sampah bertebaran di mana-mana bukan hal aneh di Jakarta

  1. Pelanggaran.

Pengendara mobil dan motor sama-sama tak mau mengalah. Aturan lalu lintas sering dilanggar hingga berpotensi mencelakai diri sendiri dan orang lain. Karenanya, lalu lintas di Jakarta dianggap sangat berbahaya.

  1. Kurangnya fasilitas umum.

Salah satu fasilitas umum yang diperlukan warga Jakarta adalah toilet. Toilet umum berbayar memang banyak, tetapi itupun tidak bisa ditemukan ditempat-tempat yang strategis dan ramai seperti halte busway.

Untuk mendapatkan toilet yang  nyaman dan bersih, Anda justru harus memasuki mall atau mencari SPBU terdekat. Bayangkan saja jika Anda sedang terburu-buru namun harus terjebak macet atau menunggu kendaraan umum terlalu lama, pasti Anda tidak nyaman bukan? Maka tak heran jika warga Jakarta sangat butuh fasilitas umum seperti ini.

  1. Sering terjadi kebakaran.

Jakarta merupakan salah satu kota yang padat penduduk. Jarak antar bangunan pun saling berdekatan. Sehingga ketika terjadi kebakaran akibat korsleting listrik, api dengan cepat menyebar. Terkadang, tim pemadam kebakaran pun terlambat datang karena terjebak macet atau harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Tak jarang, masalah-masalah di atas seringkali dijadikan visi oleh para calon pemimpin Ibukota untuk dicarikan solusinya. Namun tanpa adanya dukungan dari masyarakat, tentunya solusi tersebut tetap tidak akan bisa memecahkan masalah yang terjadi.

saweri-caleg-jakartapusat

Masalah-masalah tersebut juga menjadi concern bagi caleg DPRD Jakarta dapil 1 No. 4 dari partai Nasdem, Saweri. Ia mengajukan diri sebagai calon legislatif karena terpanggil hati untuk membantu menyalurkan aspirasi masyarakat sehingga menjadikan Jakarta lebih baik.

Dalam visinya, Saweri ingin memajukan perekonomian warga Jakarta. Berdasarkan latar belakangnya sebagai pengusaha muda, ia ingin menyalurkan ilmunya melalui pelatihan wirausaha dan memberi bantuan modal kepada para UKM.

Selain sektor ekonomi, Saweri juga ingin fokus untuk membenahi fasilitas umum jika ia terpilih nanti. Seperti menyediakan 1000 toilet dan 1000 hydrant, serta memperbaiki drainase yang buruk hingga penyediaan air bersih.

Permasalahan Jakarta bukanlah hal yang tidak mungkin untuk diselesaikan. Semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Untuk itu, jangan sampai salah pilih pemimpin demi DKI Jakarta yang lebih baik!