Saweri Sampetoding: Jatuh Bangun Berbisnis di Bidang F&B

03

Memulai bisnis di usia muda bukanlah hal yang mudah, namun bukan tidak mungkin untuk bias terjadi. Keragu-raguan adalah hal yang sering terjadi ketika menjalankan sebuah bisnis. Namun hal ini tidak terjadi pada Saweri Sampetoding. Di usianya yang masih muda, yaitu 24 tahun, beliau sudah memiliki semangat yang cukup tinggi dalam dunia entrepreneurship.

“Semangat entrepreneur yang tinggi dan niat yang kuat untuk memulai bisnis adalah hal yang penting untuk memulai usaha” ujarnya.

Jiwa entrepreneurship-nya diturunkan oleh ibunya, Nur Hani Sampetoding yang mana telah berhasil membuka gerai “American’s Donuts” di beberapa lokasi di Jakarta. Melihat jejak ibunya yang berhasil mengembangkan sayap di dunia Food & Beverage (F&B), memotivasi Saweri untuk menjajaki dunia tersebut dan menapaki langkah kakinya dengan mulai membangun sesuatu yang baru.

Beliau menyampaikan, bahwa “Sifat dari wirausaha itu adalah membangun sesuatu” Ujarnya.

Prinsip beliau dalam menjalankan bisnisnya adalah, kemauan dalam memulai langkah baru, keberanian untuk menghadapi hal baru, dan konsistensi dalam menjalani proses. Ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya, harus saling mendukung untuk mencapai tujuan.

Berbekal prinsip di atas membuatnya yakin untuk memulai bisnisnya di dunia F&B (Food & Beverage). Meskipun berasal dari keluarga yang cukup berada tidak membuatnya merasa bisa sukses dengan mudah melainkan tetap berusaha menjadi pribadi yang mandiri. Hingga ia berhasil membuka usaha yang berfokus pada café & bakery, yakni “Café Oh La La” yang menjadi udaha pertamanya yang bisa mencapai sebuah titik yang ditujunya.

Lika-liku di dunia usaha tidak bisa dihindari, begitu pula dengan bisnis yang dijalaninya. Tantangan dan ujian harus dihadapinya dengan kerja keras dan tekun, meskipun hingga akhirnya beliau harus turun tangan untuk mengerjakan setiap hal, mulai dari yang besar hingga hal yang terkecil ditanganinya sendiri, walaupun telah memiliki karyawan.

Salah satu pengalaman pahit yang pernah dialaminya adalah ingkarnya suatu tenat pada sebuah gedung yang telah bekerjasama dengannya, namun tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya menginggalkan dan memutuskan kerjasama secara sepihak. Hal ini menyebabkan kerugian yang hamper membuatnya gulung tikar.

Namun hal ini tidak membuatnya putus asa. Selain mengurus manajerial, beliau harus turut bertugas di dapur, di counter, cleaning bahkan hingga membuang sampah dilakukannya. Hal ini dilakukannya tidak lain agar ia merasakan pengalaman bekerja mulai dari yang terendah dan merasakan posisi tiap karyawannya. Hal ini membuat karyawannya loyal terhadap usaha yang dimulainya dari nol.

Satu kunci yang dipegang oleh Saweri Sampetoding adalah work hard dan semangat yang tinggi. Tanpa kenal lelah dan menyerah, beliau terus melakukan upaya untuk meneruskan usaha pertamanya ini dibidang F&B. Mempelajari customer dan mempelajari market menjadi aktivitasnya hariannya guna menemukan formula yang tepat untuk mengembangkan usahanya ini.

Berkat kerja kerasnya dan kiatnya untuk selalu belajar dari pengalaman, Saweri Sampetoding kini sudah memiliki beberapa usaha di bidang F&B di antaranya Djakarta Cafe, Yakikate Bakery, Djakarta Street Food, dan booth minuman bernama Esteboo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s