Risiko yang Harus Anda Tau Sebelum Poles Marmer Sendiri!

poles-marmer

Pernah melihat video poles marmer atau lantai di youtube? Atau Anda pernah melihat tukang yang sedang melakukan poles lantai? Terlihat mudah ya? Tapi, tahukah Anda bahwa ternyata melakukan poles lantai tak semudah itu lho. Poles lantai sebenarnya harus dilakukan oleh orang profesional dan berpengalaman.

Tapi, karena banyaknya kasus penipuan yang dilakukan oleh jasa poles yang tidak profesional, banyak juga orang yang memilih untuk melakukan poles marmer sendiri. Padahal, risikonya sangat besar lho!

Lalu, apa saja sih risiko memoles marmer sendiri tanpa adanya pengetahuan dan pengalaman mengenai poles lantai? Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

Risiko Poles Marmer Sendiri

Lantai Tambah Kasar dan Kusam

Setelah memoles, mungkin Anda akan melihat lantai kembali kinclong dan merasa “wah, ternyata poles marmer gampang ya”. Eits, coba Anda tunggu sampai setidaknya satu minggu. Lihatlah perubahan pada marmer Anda. Apakah tetap kinclong, atau semakin parah?

Karena proses poles kurang atau tidak tepat, lantai memang kembali kinclong namun hanya sesaat. Setelah itu, lantai marmer kembali kusam dan bahkan kondisinya bisa lebih parah daripada kondisi sebelum dipoles.

Hal ini bisa jadi disebabkan oleh pengelupasan yang berlebihan jika pemolesan menggunakan mesin grinding. Hal ini kemungkinan terjadi karena kesalahan pemilihan level kekasaran pada diamond pad. Semakin kasar pad yang dipakai, maka Anda harus semakin berhati-hati dalam menekan mesin poles. Salah salah, marmer bukannya jadi kinclong, malah jadi rusak.

Penyebab lainnya adalah kesalahan dalam memilih bahan pembersih. Ada banyak bahan kimia pembersih yang sifatnya keras atau korosif sehingga sangat ampuh untuk membersihkan noda membandel. Tapi jika salah memilih dan menggunakan berlebihan, lantai bisa menjadi rapuh.

Permukaan Bolong/Tidak Rata

Batu alam seperti marmer, granit, teraso, dan travertine adalah batu alam yang berpori sehingga tidak jarang ditemukan permukaan berbolong. Untuk mengatasinya, tambal bagian yang bolong tersebut. Berhati-hatilah dalam melakukan proses ini karena pori-pori inilah yang memberikan motif dan menjadikannya tampak alami.

Selain menambah keindahan sebagai nilai tambah dalam menggunakan batu alam ini, pori-pori tersebut juga memiliki kekurangan, yaitu membuat noda mudah diserap. Jika pori-pori tidak ditutup atau dilindungi oleh lapisan pelindung, maka cairan akan sangat mudah diserap dan meninggalkan bercak atau kerak air.

Motif Menghilang

Hal ini sering kali dialami oleh bangunan yang menggunakan lantai granitile (atau sejenisnya) atau keramik motif dan keramik 3 dimensi. Perlu diketahui bahwa lantai jenis ini bukanlah batu alam yang sudah dari dasarnya memiliki motif. Motif pada lantai jenis ini terdapat pada lapisan teratas, sehingga memerlukan keterampilan khusus agar bisa kembali berkilau.

Orang yang tidak berpengalaman dalam melakukan poles lantai bisa saja menghilangkan motif yang ada. Hal ini disebabkan oleh proses grinding yang tidak benar. Alhasil, lapisan atas atau motif jadi terlalu banyak terkelupas dan menghilang.

Itulah beberapa risiko yang akan Anda hadapi jika memoles lantai sendiri. Bagaimana, lebih baik pilih jasa poles marmer yang terpercaya dengan harga bersaing atau poles sendiri dengan biaya lebih murah namun berisiko tinggi?

Sumber: Kemilau Marmer Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s