Emas, Properti dan Saham. Mana yang Lebih Cocok untuk Investasi Perdana?

Menilik-Perbedaan-Investasi-Properti-Saham-dan-Emas

Investasi merupakan kegiatan penanaman modal pada satu atau beberapa aset dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Beberapa jenis investasi yang sering dilakukan oleh para investor Indonesia adalah emas, properti dan saham.

Ketiga aset tersebut menjanjikan keuntungan dengan tingkat risiko yang berbeda-berbeda. Anda yang baru berencana untuk berinvestasi mungkin akan kebingungan memilih aset yang tepat. Karena itulah, penting bagi Anda untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing aset untuk menentukan mana yang lebih menguntungkan.

Dilansir dari Amethyst Tower, berikut adalah perbandingan kelebihan dan kekurangan emas, properti dan saham.

Investasi Emas

Emas merupakan aset yang banyak dimiliki masyarakat tak hanya sebagai investasi, namun juga untuk menambah nilai prestige. Selain harganya lebih terjangkau, emas juga termasuk investasi yang rendah risiko.

Namun, hal yang harus diperhatikan sebelum membeli emas adalah harga per gram.  Antara emas seberat 50 gram, 25 gram dan 10 gram, harga per gramnya akan lebih murah yang 50 gram.

Investasi Properti

Nilai aset properti cenderung naik setiap tahun. Artinya semakin lama kita menahan penjualan, maka nilainya akan semakin tinggi. Menyewakan properti seperti apartemen akan memberikan keuntungan yang lebih besar karena akan memberikan reguler income setiap bulannya.

Investasi Saham

Investasi saham memerlukan analisis teknikal dan juga fundamental yang kuat. Hal ini karena selalu ada kemungkinan hilangnya semua uang yang diinvestasikan. Selain itu, nilainya yang tidak bisa diprediksi membuat Anda harus selalu siap dengan hasilnya kelak. Inilah yang membuat saham dikenal sebagai investasi yang high risk and high return.

 

Kelebihan

Kekurangan

Investasi Emas

1. Lebih mudah dijual, baik lewat pegadaian ataupun toko emas.

2. Sifatnya mirip tabungan: banyak orang yang kini menabung emas dengan membayar secara berkala hingga akhirnya mendapatkan fisik emas.

3. Bisa digadaikan.

4. Dapat menangkal inflasi.

1. Rawan pencurian.

2. Adanya biaya penyimpanan jika Anda menyimpannya di safe deposit box.

3. Nilainya fluktuaktif karena sangat sensitif terhadap harga komoditas.

Investasi Properti

1. Harganya selalu mengalami kenaikan sehingga keuntungannya pun dipastikan tinggi.

2. Termasuk investasi yang aman karena kemungkinan kehilangan seluruh aset sangat kecil.

3. Bisa digunakan sebagai  jaminan.

4. Karena investasi jangka panjang, imbal hasilnya terbilang lebih tinggi.

5. Adanya pendapatan rutin saat menyewakan properti.

1. Modal yang dibutuhkan terbilang besar.

2. Biaya maintenance tinggi.

3. Harus membayar pajak PBB dan biaya lain seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

4. Susah Likuid.

 

Investasi Saham

1. Tingkat likuiditasnya tinggi sehingga memungkinkan Anda untuk mengeksekusinya (jual/beli) kapan saja.

2. Peluang pengembalian modal cukup besar.

3. Bisa dilakukan dengan modal kecil.

4. Anda tidak memiliki kewajiban utang berkepanjangan.

1. Tinggi risiko.

2. Selalu ada kemungkinan perusahaan mengalami kebangkrutan.

3. Jika perusahaan merugi, Anda tidak akan mendapatkan dividen.

 

Keuntungan yang dijanjikan investasi memang sangat menggiurkan. Meski begitu, Anda tetap harus berhati-hati dalam memilih aset yang diinvestasikan. Harus Anda tekankan bahwa tidak ada investasi yang tidak berisiko. Pilihan kembali ke tangan Anda, apakah Anda adalah seorang yang berani mengambil risiko atau penghindar risiko.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s