9 Mitos Tentang Asuransi Jiwa yang Perlu Anda Tahu!

protecting a family

Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang kesalahpahaman masyarakat terhadap asuransi jiwa. Tapi sebelumnya, apakah Anda sudah mengetahui apa itu asuransi jiwa?

Asuransi jiwa adalah suatu kontrak perjanjian antara Anda sebagai pemegang polis (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung) yang mana perusahaan asuransi akan membayarkan sejumlah uang jika terjadi risiko kematian terhadap pihak tertanggung.

Anda sebagai tertanggung wajib membayar sejumlah premi yang nantinya bermanfaat untuk memberikan penggantian atas risiko kematian. Dengan kata lain, asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang bertujuan untuk menanggung orang terhadap kerugian finansial yang tidak terduga disebabkan karena tertanggung meninggal dunia.

Namun, ada banyak kesalahan persepsi tentang apa itu asuransi jiwa. Kebingungan atau ketidakpahaman merupakan bagian dari alasan sebagian besar masyarakat, yang mengatakan tidak mungkin mereka akan membeli asuransi jiwa.

Oleh karena itu, pastikan Anda memahami lebih dalam suatu produk asuransi jiwa terbaik dari perusahaan asuransi terbaik pula, sebelum memutuskan untuk membelinya.

Berikut beberapa mitos tentang asuransi jiwa yang sering terjadi:

Mitos 1: Mahal

Kesalahpahaman terbesar pada perlindungan jiwa ini adalah biaya premi. Sebanyak 80% masyarakat yang disurvei mengira bahwa harga untuk membeli program perlindungan ini sangat mahal untuk kebijakan yang diberikan.

Padahal mahal atau tidaknya tergantung dari faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi besarnya premi asuransi. Misalnya umur, jenis kelamin, kesehatan, manfaat perlindungan, hasil investigasi perusahaan asuransi, dan banyak lagi. Jadi, jika dipikir-pikir harga ini sebanding dengan kondisi dan manfaat yang diterima.

Mitos 2: Hanya Bermanfaat Setelah Pemegang Polis Meninggal

Meskipun ini adalah salah satu manfaatnya, namun asuransi ini tak hanya berperan ketika pemegang polis meninggal saja. Polis asuransi memberikan perlindungan bagi Anda dan keluarga. Salah satu tujuan utama memiliki asuransi adalah untuk memberikan bantalan keuangan bagi keluarga saat pencari nafkah meninggal, meskipun itu bukanlah tujuan satu-satunya.

Manfaat lainnya adalah untuk membantu Anda membangun perlindungan keuangan, menyediakan waktu pensiun yang nyaman dan bahkan mengurus tagihan medis.

Mitos 3: Muda dan Sehat, Tidak Butuh Asuransi

Kebutuhan asuransi jiwa Anda tergantung pada banyak faktor, namun sebaiknya Anda membeli jasa perlindungan ini ketika masih muda dan sehat, apalagi belum memiliki tanggungan yang banyak. Hal ini karena usia juga menjadi faktor penentu besar atau tidaknya biaya premi yang harus Anda bayar seperti yang sudah dijelaskan pada Mitos 1. Misalnya, pada usia 40 tahun mungkin biayanya akan lebih mahal, karena Anda mempunyai kemungkinan besar terhadap masalah kesehatan.

Mitos 4: Memiliki Masalah Kesehatan, Anda Tidak Bisa Mendapatkannya

Meskipun Anda memiliki kondisi kesehatan yang parah, biasanya Anda tetap dapat membeli asuransi jiwa. Kondisi seperti diabetes dan kolesterol tinggi akan dikenai biaya asuransi yang lebih tinggi, tetapi masih bisa terjangkau. Misalnya, seorang Pria berusia 50 tahun dengan kolesterol tinggi dan riwayat penyakit jantung dapat membeli asuransi selama 20 tahun dengan premi yang lebih mahal pula tentunya.

Mitos 5: Lajang, Anda  Tidak Butuh Asuransi

Ada banyak alasan orang yang masih lajang membeli asuransi jiwa. Misalnya, Anda mungkin seorang Single parent yang memiliki anak, berencana untuk menikah, atau memiliki orang tua yang secara finansial tergantung pada Anda, ini pertimbangan yang paling penting, Anda dapat membayar biaya pemakaman sendiri jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.

Mitos 6: Tidak Tersedia untuk Orang Tua

Bahkan jika Anda berusia lebih dari 60 tahun, Anda masih dapat membeli program asuransi jiwa. Namun, biaya cakupannya tentu saja akan lebih tinggi. Orang tua mungkin ingin mempertimbangkan asuransi beban akhir yang ditawarkan oleh beberapa asuransi. Beban akhir ini dirancang untuk membantu melunasi utang dan biaya pemakaman.

Mitos 7: Orang Tua yang Hanya Tinggal di Rumah Tidak Membutuhkannya

Jika Anda meninggal, siapa yang akan mengurus anak-anak, orang tua, atau bahkan hewan peliharaan Anda? Pasangan hidup Anda mungkin perlu menyewa bantuan, dan manfaat asuransi bisa membantu membayar biaya tersebut.

Mitos 8: Hanya Pencari Nafkah yang Membutuhkan Asuransi Jiwa

Setiap anggota keluarga membutuhkan asuransi. Profil pekerjaan mungkin mengubah kebutuhan asuransi tapi tidak menghilangkannya.

Jadi, sudah jelas kan? Beberapa mitos asuransi jiwa yang disebutkan di atas memang sudah mewabah di masyarakat. Asuransi jiwa tak hanya dibutuhkan oleh orang-orang lanjut usia saja, atau orang-orang yang memiliki masalah kesehatan. Semua orang membutuhkannya untuk perlindungan masa depan. Apa lagi yang Anda ragukan? Ayo berasuransi!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s